Minggu, 2 Agustus 2026

Cerita Penjual Bendera Merah Putih di Karangasem, Omzet Masih Minim

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman mulai memadati ruas jalan di Kabupaten Karangasem, Bali. Salah seorang penjual asal Bandung mengaku omzet harian yang diperoleh saat ini masih tergolong minim dan belum sesuai harapan.

Suasana menyambut hari kemerdekaan mulai terasa dengan maraknya pedagang bendera musiman di sejumlah titik perkotaan Kabupaten Karangasem, Bali, pada hari Minggu (2/8/2026). Mereka menawarkan berbagai atribut kemerdekaan merah putih dengan variasi ukuran di pinggir-pinggir jalan utama.

Amas Alek, seorang perantau asal Bandung, menjadi salah satu pedagang yang menggelar lapak dagangannya di Jalan Diponegoro, Karangasem. Ia bersama enam rekannya didatangkan oleh penyedia kain untuk mengais rezeki musiman menjelang bulan Agustus.

"Saya jualan sejak tiga hari yang lalu, paling banyak dapat Rp 200 ribu sehari," keluh Alek saat ditemui di lokasi dagangannya.

Dalam kesehariannya di kampung halaman, Alek bekerja sebagai seorang penjahit profesional sebelum beralih profesi sementara sebagai pedagang atribut nasional. Ia menggelar lapak dagangannya mulai pukul 07.00 Wita hingga menjelang petang pukul 18.00 Wita setiap harinya.

Berdasarkan catatan waktu operasional di lapangan, para pedagang mematok harga atribut merah putih mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 300.000 per buah tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.