Profil R Street Institute, Lembaga Think Tank AS yang Lahir dari Kontroversi Iklim
R Street Institute merupakan lembaga think tank independen yang berfokus pada penelitian kebijakan dan penjangkauan untuk mendorong pasar bebas serta pemerintahan yang terbatas namun efektif. Lembaga ini resmi dibentuk pada Mei 2012 di Washington, D.C., menyusul pengunduran diri massal staf dari pusat kajian sebelumnya.
Pemisahan tersebut dipicu oleh aksi kontroversial Heartland Institute yang meluncurkan kampanye iklan luar ruang menggunakan foto tokoh-tokoh radikal untuk mempertanyakan isu pemanasan global. Sejumlah sponsor besar pun menarik dukungan, dan para mantan staf mendirikan organisasi baru yang berkomitmen untuk tidak mengusung skeptisisme perubahan iklim.
"Kami tidak akan mempromosikan skeptisisme perubahan iklim," ujar juru bicara R.J. Lehmann saat mengumumkan pembentukan organisasi baru tersebut pada tahun 2012.
Dalam perjalanannya, lembaga ini memperluas bidang kajian yang mencakup regulasi domestik, kesehatan masyarakat, kebijakan lingkungan, reformasi jaminan sosial, peradilan pidana, keamanan siber, dan anggaran federal. Mereka juga rutin menerbitkan laporan tahunan regulasi asuransi di berbagai negara bagian.
Selain riset kebijakan, R Street Institute didukung oleh dewan penasihat legislatif yang terdiri dari para legislator negara bagian serta jaringan peneliti dari berbagai universitas terkemuka di Amerika Serikat.
Artikel Lainnya
State Policy Network (SPN) adalah organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang berfungsi sebagai jaringan bagi pusat kaj...
Center for the National Interest (CFNI) merupakan lembaga think tank kebijakan publik yang bermarkas di Washington, D.C....
Atlas Network adalah organisasi non-pemerintah berbasis di Amerika Serikat yang berdiri pada tahun 1981 untuk menghubung...
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman mulai memadati ruas jalan di Kab...
Kementerian Keuangan Amerika Serikat meluncurkan desain koin emas pecahan USD 1 berwajah Presiden Donald Trump dalam ran...