PDAM dan Petani Manggarai Barat Rebutan Air Sungai, Krisis Air Bersih Ancam Labuan Bajo
Perusahaan Umum Daerah Air Minum Wae Mbeliling bersitegang dengan petani setempat dalam memanfaatkan aliran Sungai Wae Mese di Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (12/9). Penurunan debit air yang drastis akibat musim kemarau berkepanjangan menjadi pemicu utama persaingan pemanfaatan sumber daya air tersebut.
Pihak perumda mengandalkan sungai ini sebagai pasokan air baku untuk melayani pelanggan di kawasan pariwisata Labuan Bajo. Di sisi lain, para petani menggunakan aliran air yang sama guna mengairi lahan pertanian mereka yang terancam kekeringan.
"Sungai Wae Mese merupakan sumber daya air yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan air bersih maupun kebutuhan pertanian," ujar Direktur Perumda Air Minum Wae Mbeliling, Ponsianus Mato.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, ditemukan tindakan penutupan bendungan yang mengalirkan air menuju instalasi pengolahan milik perumda. Hal tersebut memperparah penurunan pasokan air baku ke fasilitas penampungan WTP 1 dan WTP 2.
Ponsianus menambahkan bahwa penurunan debit air ini berdampak langsung pada kapasitas produksi dan distribusi air bersih. Suplai ke ribuan pelanggan di Labuan Bajo kini mengalami hambatan operasional signifikan akibat berkurangnya pasokan dari sumber utama.
Artikel Lainnya
Kawasan pesisir Kabupaten Aceh Barat, Aceh, dilanda gelombang tinggi mencapai 2,5 meter pada Minggu (13/9/2026). Fenomen...
Upaya tim gabungan dalam menjinakkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, menemui ham...
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Bali pada Minggu...
DPRD Kabupaten Badung menilai proyek pembangunan drainase pengendali banjir di kawasan Sunset Road senilai lebih dari Rp...
Cambridge merupakan kota penting di Middlesex County, Massachusetts, Amerika Serikat, yang berdiri sejak era kolonial ta...