Sabtu, 5 September 2026

Ratusan Siswa dan Guru Keracunan Makanan, Puskesmas Marau Dipadati Pasien Infus

Sebanyak 206 siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan, dilarikan ke Puskesmas Marau akibat dugaan keracunan menu makanan bergizi (MBG) pada Kamis (5/2/2026). Peristiwa ini menyebabkan fasilitas kesehatan tersebut dipadati pasien dengan kondisi darurat yang harus menerima perawatan infus secara massal.

Sebanyak 206 orang yang terdiri dari siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, mendadak mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu makanan bergizi (MBG) pada Kamis (5/2/2026). Seluruh korban langsung dilarikan secara bergelombang ke Puskesmas Marau untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Lonjakan pasien dalam waktu bersamaan membuat kapasitas fasilitas kesehatan tersebut nyaris lumpuh menampung warga yang mengeluhkan mual, muntah, hingga pusing. Sejumlah ruang perawatan tampak penuh sesak dengan deretan tempat tidur darurat dan tiang infus yang terpasang di berbagai sudut ruangan.

"Kami langsung bergerak cepat begitu pasien datang dalam jumlah banyak secara bersamaan," ujar salah seorang petugas medis di lokasi kejadian saat dikonfirmasi mengenai situasi darurat tersebut.

Pihak berwenang dan tim medis gabungan saat ini tengah mengumpulkan sampel sisa makanan yang dikonsumsi para korban untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden keracunan ini. Penanganan intensif terus digencarkan demi memulihkan kondisi ratusan korban yang masih terbaring lemah.

Hingga saat ini, tercatat ada 206 orang korban yang masih menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan ketat tim medis Puskesmas Marau, sementara aparat setempat telah mengamankan barang bukti sisa makanan untuk proses investigasi lebih lanjut.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.