Minggu, 13 September 2026

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp11 Triliun, Warga Bakal Punya Rekening Bank Massal

Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp11 triliun dari APBN untuk merealisasikan program pembukaan rekening bank secara massal bagi lebih dari 200 juta penduduk Indonesia. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna memperluas akses layanan perbankan dan meningkatkan literasi keuangan nasional.

Pemerintah pusat resmi menginisiasi program pembukaan rekening bank secara massal yang menyasar lebih dari 200 juta penduduk di seluruh penjuru tanah air. Melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, setiap warga nantinya akan memperoleh saldo awal pembukaan rekening sebesar Rp50 ribu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa total alokasi dana yang disiapkan mencapai sekitar Rp11 triliun atau setara dengan 600 juta dolar AS. Pelaksanaan program ini saat ini masih dalam tahap pengkajian mendalam bersama Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan.

"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta dolar AS atau sekitar Rp11 triliunlah," ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Dalam penerapannya, pemerintah berencana menggandeng sejumlah bank milik badan usaha milik negara, termasuk Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia. Sinkronisasi data kependudukan melalui Kementerian Dalam Negeri juga akan dioptimalkan guna memastikan ketepatan sasaran distribusi rekening baru tersebut.

Inisiatif ambisius ini diharapkan mampu mendongkrak indeks inklusi keuangan nasional yang ditargetkan terus meluas hingga ke berbagai lapisan masyarakat luas sebelum akhir tahun 2026.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.