Selasa, 11 Agustus 2026

Amalan Pembuka Pintu Rezeki, Ini Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Dhuha

Ibadah sholat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah pagi hari yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki keutamaan besar sebagai pembuka pintu rezeki. Melalui rangkaian dzikir dan doa khusus setelah sholat, umat Islam dapat memohon kemudahan rezeki sekaligus mencukupi sedekah harian bagi seluruh sendi tubuh.

Umat Islam dianjurkan untuk rutin mendirikan ibadah sunnah pagi hari guna mendatangkan keberkahan dan melapangkan jalan rezeki. Berdasarkan riwayat dari kitab-kitab hadits shahih, Rasulullah SAW memberikan pesan khusus kepada para sahabatnya untuk tidak meninggalkan amalan waktu dhuha.

Pelaksanaan ibadah ini tidak hanya sekadar mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melainkan juga bernilai sebagai sedekah bagi seluruh ruas tulang manusia. Menurut penjelasan hadits riwayat Muslim, dua rakaat dhuha sudah mencukupi kewajiban sedekah dari setiap sendi tubuh yang digerakkan setiap harinya.

"Rasulullah SAW sering sholat Dhuha empat rakaat dan kadang-kadang beliau menambahnya sekehendak Allah," ungkap riwayat sahih yang bersumber dari Aisyah RA mengenai kebiasaan ibadah Nabi.

Setelah merampungkan rakaat sholat sunnah tersebut, jemaah disunnahkan untuk melanjutkannya dengan membaca dzikir tasbih, tahmid, tahlil, serta memanjatkan doa khusus dhuha. Doa ini memuat permohonan agar segala bentuk rezeki yang berada di langit maupun di bumi dapat dipermudah dan didekatkan oleh Allah SWT.

Berdasarkan catatan Kementerian Agama RI, pelaksanaan sholat Dhuha umumnya dikerjakan minimal dua rakaat dan dapat diperbanyak sesuai kemampuan ketika matahari mulai naik hingga menjelang dzuhur.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.