Fasilitas Makin Padat, Kualitas Lounge Bandara Justru Menurun Drastis
Ruang tunggu bandara yang dulunya dikenal sebagai fasilitas eksklusif bagi kalangan atas kini mengalami pergeseran fungsi yang cukup signifikan. Berbagai penawaran kartu kredit serta program keanggotaan seperti Priority Pass membuat siapa saja dapat menikmati fasilitas tersebut sebelum terbang.
Perubahan tren ini dipicu oleh mobilitas global yang kembali bergeliat pascapandemi dengan melibatkan berbagai lapisan konsumen. "Perjalanan meningkat signifikan, ini kebangkitan kelas menengah," ujar Mei Mei Song selaku chief transformation officer Plaza Premium Group.
Berdasarkan data survei dari lembaga riset JD Power, sekitar 20 persen pengunjung mengakses ruang tunggu melalui status frequent flyer maskapai penerbangan. Sementara itu, 20 persen lainnya memanfaatkan fasilitas kartu kredit, dan kurang dari 10 persen membeli akses harian.
Keluhan terkait fasilitas yang kian padat pun membanjiri berbagai platform media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Para pelancong sering kali mendapati antrean mengular, makanan bufet yang habis, hingga keterbatasan tempat duduk yang layak.
Berdasarkan data industri penerbangan global, jumlah penerbitan kartu kredit dengan fasilitas bandara meningkat hingga 35 persen dalam dua tahun terakhir.
Artikel Lainnya
Poole merupakan sebuah kota pesisir dan pelabuhan penting yang terletak di Dorset, Inggris selatan. Wilayah ini memiliki...
Tiket penjualan awal film debut arahan Reza Oktovian berjudul Harusnya Horror habis diserbu penonton di berbagai kota be...
Raja George VI lahir dengan nama Albert Frederick Arthur George pada 14 Desember 1895. Sebagai putra kedua Raja George V...
Bumi Aki Group resmi memperluas jangkauan bisnis kulinernya dengan membuka gerai terbaru Bumi Aki Heritage di kawasan Ke...
Duo musisi eksperimental asal Prancis, Watchdog, mengungkapkan kekagumannya terhadap kehangatan penonton di Indonesia. T...