Pakar UNS Ungkap Anak dan Remaja Bisa Terkena Asam Urat, Simak Faktornya
Anggapan bahwa asam urat atau gout arthritis hanya menyerang golongan lanjut usia ternyata tidak sepenuhnya tepat. Kalangan usia produktif, remaja, bahkan anak-anak kini berpotensi mengalami gangguan kesehatan serupa akibat penumpukan kristal pada area persendian.
Dokter RS UNS Surakarta, dr. Oryzafira Gayatri, memaparkan bahwa kondisi ini dipicu oleh tingginya kadar purin di dalam tubuh yang berasal dari asupan makanan sehari-hari. Beberapa makanan seperti daging merah, jeroan, dan hidangan laut berkontribusi besar dalam meningkatkan risiko endapan kristal.
"Semakin dini penyakit asam urat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien," ujarnya saat memberikan penjelasan medis.
Proses kemunculan penyakit ini umumnya melalui empat tahapan berbeda, mulai dari tingginya kadar asam urat tanpa gejala, serangan akut mendadak, masa jeda, hingga munculnya benjolan tophi pada jaringan tubuh.
Berdasarkan data medis terkini, penanganan kondisi tersebut melibatkan kepatuhan konsumsi obat resep dokter, perubahan pola makan sehat, menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih minimal dua liter per hari, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
Artikel Lainnya
Episode terbaru sinetron Seindah Masa Remaja yang tayang di SCTV menyuguhkan alur cerita yang semakin memikat penonton. ...
Penyanyi kenamaan Ariana Grande kembali mencetak prestasi membanggakan setelah album terbarunya yang bertajuk Petal resm...
Industri hiburan Korea Selatan dikenal memiliki standar seleksi yang sangat ketat bagi para calon bintang. Kendati demik...
Aktor Dimas Aditya bersama Naura Hakim menceritakan pengalaman serta tantangan seru selama proses syuting film horor ter...
Hubungan asmara antara musisi Dul Jaelani dan aktris Tissa Biani kini telah menginjak tahun kelima. Meski sudah menganto...