Selasa, 11 Agustus 2026

Pakar UNS Ungkap Anak dan Remaja Bisa Terkena Asam Urat, Simak Faktornya

Penyakit asam urat selama ini identik dengan masalah kesehatan kelompok lansia. Namun, tenaga medis Rumah Sakit UNS menyebutkan bahwa anak-anak dan remaja juga memiliki risiko terserang kondisi peradangan sendi tersebut.

Anggapan bahwa asam urat atau gout arthritis hanya menyerang golongan lanjut usia ternyata tidak sepenuhnya tepat. Kalangan usia produktif, remaja, bahkan anak-anak kini berpotensi mengalami gangguan kesehatan serupa akibat penumpukan kristal pada area persendian.

Dokter RS UNS Surakarta, dr. Oryzafira Gayatri, memaparkan bahwa kondisi ini dipicu oleh tingginya kadar purin di dalam tubuh yang berasal dari asupan makanan sehari-hari. Beberapa makanan seperti daging merah, jeroan, dan hidangan laut berkontribusi besar dalam meningkatkan risiko endapan kristal.

"Semakin dini penyakit asam urat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien," ujarnya saat memberikan penjelasan medis.

Proses kemunculan penyakit ini umumnya melalui empat tahapan berbeda, mulai dari tingginya kadar asam urat tanpa gejala, serangan akut mendadak, masa jeda, hingga munculnya benjolan tophi pada jaringan tubuh.

Berdasarkan data medis terkini, penanganan kondisi tersebut melibatkan kepatuhan konsumsi obat resep dokter, perubahan pola makan sehat, menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih minimal dua liter per hari, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.