Selasa, 11 Agustus 2026

Liga Bantul 2026 Diwarnai Dua Kericuhan Brutal, Kiper Ditinju hingga Pemain Kejar Penonton

Kompetisi sepak bola Liga Bantul 2026 dinodai oleh dua insiden kekerasan berturut-turut yang melibatkan suporter dan pemain di lapangan. Kasus pertama berujung pada laporan polisi setelah seorang kiper ditinju penonton, sementara insiden kedua melibatkan pemain yang melompati pagar untuk mengejar pengejek.

Ajang sepak bola lokal Liga Bantul 2026 mendadak tercoreng setelah dua insiden kekerasan terjadi secara beruntun dalam akhir pekan lalu. Peristiwa pertama menimpa penjaga gawang PS Sendangsari yang diserang oleh oknum penonton saat berlaga di Lapangan Bawuran, Pleret, Bantul, pada Sabtu.

Ketua Askab PSSI Bantul Aris Suharyanta mengecam tindakan anarkis tersebut karena pelaku yang masuk ke area lapangan bukan merupakan pendukung sepak bola sejati. Pihak federasi daerah menyerahkan penanganan kasus pemukulan ini sepenuhnya kepada kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kami menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses karena tindakan tersebut sudah jelas melanggar aturan," ujar Aris Suharyanta di Bantul pada Senin.

Kekerasan susulan kembali meletus sehari berselang usai pertandingan antara Putratama melawan Nine RAS Semail di Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo. Kericuhan bermula ketika ada penonton melontarkan ejekan kepada kubu yang kalah telak, memicu pemain melompati pagar demi memburu provokator.

Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh menyatakan aparat kepolisian langsung sigap melerai kedua belah pihak di lokasi sehingga bentrokan fisik yang lebih luas berhasil diredam. Tercatat sebanyak 50 orang menyaksikan pertandingan tersebut sebelum akhirnya membubarkan diri.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.