Liga Bantul 2026 Diwarnai Dua Kericuhan Brutal, Kiper Ditinju hingga Pemain Kejar Penonton
Ajang sepak bola lokal Liga Bantul 2026 mendadak tercoreng setelah dua insiden kekerasan terjadi secara beruntun dalam akhir pekan lalu. Peristiwa pertama menimpa penjaga gawang PS Sendangsari yang diserang oleh oknum penonton saat berlaga di Lapangan Bawuran, Pleret, Bantul, pada Sabtu.
Ketua Askab PSSI Bantul Aris Suharyanta mengecam tindakan anarkis tersebut karena pelaku yang masuk ke area lapangan bukan merupakan pendukung sepak bola sejati. Pihak federasi daerah menyerahkan penanganan kasus pemukulan ini sepenuhnya kepada kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses karena tindakan tersebut sudah jelas melanggar aturan," ujar Aris Suharyanta di Bantul pada Senin.
Kekerasan susulan kembali meletus sehari berselang usai pertandingan antara Putratama melawan Nine RAS Semail di Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo. Kericuhan bermula ketika ada penonton melontarkan ejekan kepada kubu yang kalah telak, memicu pemain melompati pagar demi memburu provokator.
Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh menyatakan aparat kepolisian langsung sigap melerai kedua belah pihak di lokasi sehingga bentrokan fisik yang lebih luas berhasil diredam. Tercatat sebanyak 50 orang menyaksikan pertandingan tersebut sebelum akhirnya membubarkan diri.
Artikel Lainnya
Artis serba bisa Aldi Taher memberikan klarifikasi usai aksinya yang tiba-tiba naik ke panggung festival musik The Sound...
Tim putra Indonesia secara mengejutkan tersingkir dari ajang Piala Thomas 2026 setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari ...
Java United FC resmi memulai era baru di bawah kepemimpinan pelatih kepala asal Brasil, Fabio Lefundes. Manajemen klub m...
Jorge Messi, ayah sekaligus figur penting dalam perjalanan karier megabintang sepak bola Lionel Messi, tutup usia pada u...
Persaingan ketat mewarnai paruh kedua ajang balap motor dunia MotoGP 2026 setelah Aprilia tampil menggebrak di Sirkuit S...