Minggu, 13 September 2026

Mengenal Raja Belanda Willem III Saat Letusan Krakatau 1883, Monumennya Masih Berdiri Kokoh

Letusan maha dahsyat Gunung Krakatau pada Agustus 1883 terjadi di bawah era pemerintahan Raja Willem III dari Kerajaan Belanda. Meski kerajaan dilanda berbagai krisis politik saat itu, sang penguasa meninggalkan jejak berupa pembangunan mercusuar di Anyer yang kini masih berdiri kokoh.

Tragedi meletusnya Gunung Krakatau pada tanggal 26 hingga 27 Agustus 1883 tercatat sebagai salah satu bencana vulkanik paling mematikan di muka bumi. Peristiwa katastrofik tersebut tidak hanya menelan puluhan ribu jiwa korban tewas akibat tsunami, tetapi juga mengguncang tatanan wilayah nusantara yang kala itu berada dalam cengkeraman kolonialisme.

Berdasarkan catatan sejarah dunia, tampuk kekuasaan Kerajaan Belanda pada masa musibah tersebut dipegang oleh Raja Willem III. Penguasa monarki yang dikenal memiliki haluan konservatif ini memimpin negeri kincir angin sejak pertengahan abad ke-19 hingga akhir hayatnya menjelang penghujung abad yang sama.

"Willem III memimpin dari tahun 1849 hingga kematiannya pada tahun 1890, yang mencakup masa bencana letusan dahsyat Krakatau pada Agustus 1883," tulis ensiklopedia Britannica mengenai masa kepemimpinan sang raja.

Pengamat sejarah mencatat bahwa pengaruh politik Willem III di dalam parlemen sempat mengalami penurunan drastis akibat sejumlah kebijakan luar negerinya yang kontroversial. Kendati demikian, berita mengenai kehancuran infrastruktur nusantara akibat amukan Krakatau tetap sampai ke istana dan direspons melalui pembangunan fisik.

Sebagai bentuk pemulihan pascabencana pada tahun 1885, Raja Willem III memerintahkan pendirian ulang sebuah menara suar di kawasan Anyer. Bangunan setinggi 75,5 meter yang kini dikenal sebagai Mercusuar Cikoneng tersebut masih mencantumkan nama sang penguasa pada bagian pintu masuknya.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.