Minggu, 13 September 2026

Waduk Gajah Mungkur Surut Ekstrem, Puluhan Makam Kuno Mendadak Muncul ke Permukaan

Menyusutnya debit air Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kembali mengungkap keberadaan puluhan makam kuno di dasar perairan. Fenomena tahunan ini terjadi seiring datangnya musim kemarau, memperlihatkan sisa-sisa permukiman masa lalu yang dulunya harus ditenggelamkan demi proyek pembangunan waduk.

Permukaan air Waduk Gajah Mungkur di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, mengalami penyusutan signifikan pada pertengahan September 2026. Kondisi alam tersebut berimbas pada munculnya puluhan makam kuno di dasar waduk yang sebelumnya tertimbun air selama berbulan-bulan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi nisan-nisan tersebut tampak beragam dengan ukuran yang bervariasi antara setengah meter hingga dua meter. Sebagian batu nisan masih menyisakan pahatan atau ukiran kuno, sementara beberapa lainnya sudah mulai terkikis akibat abrasi air waduk yang berlangsung selama puluhan tahun.

"Udah beberapa hari ini kelihatan, karena airnya surut. Tapi ini belum terlihat semua, baru sebagian aja, masih banyak yang di dalam air," ujar Karni, seorang warga setempat.

Camat Wuryantoro Soemardjono Fadjari menjelaskan bahwa fenomena penampakan makam ini merupakan siklus tahunan yang rutin terjadi ketika musim kemarau tiba. Meski demikian, proses penyusutan pada tahun ini terbilang lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat volume awal air yang masih cukup tinggi.

Makam-makam kuno yang kini tampak di permukaan tanah merupakan sisa sejarah dari proyek pembangunan waduk raksasa pada masa lampau. Mega proyek tersebut mengharuskan pemerintah menenggelamkan 51 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.