Sabtu, 12 September 2026

Gitaris Dodhy Resmi Umumkan Kangen Band Bubar, Ungkap Alasan Ada Kezaliman

Dodhy Hardiyanto selaku gitaris dan pendiri Kangen Band secara mengejutkan mengumumkan pembubaran grup musik pop melayu tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Keputusan ini diambil karena ia merasa menyimpan rasa sakit dan adanya unsur kezaliman di dalam tubuh band asal Lampung tersebut.

Kabar mengejutkan datang dari kancah musik tanah air setelah gitaris sekaligus pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, mengumumkan bahwa grup yang membesarkan namanya itu resmi bubar. Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (12/9) sore.

Dalam unggahan yang menampilkan foto seluruh personel dengan tambahan tulisan bubar, musisi asal Lampung itu mengaku sudah lama memendam rasa sakit hati. Ia menyebutkan bahwa keputusan berat ini harus diambil lantaran adanya dugaan tindakan kezaliman di dalam lingkaran internal mereka.

"Bismillah saya dengan sadar menyatakan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya, saya selaku owner dan founder kangen band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama," tulis Dodhy dalam takarir unggahannya.

Meski tidak membeberkan secara detail bentuk kezaliman yang dimaksud, unggahan tersebut langsung menyedot perhatian publik dan menuai ribuan tanggapan dalam waktu singkat. Dodhy juga memberikan peringatan tegas kepada para mantan anggota untuk tidak membawakan lagu-lagu ciptaannya dalam setiap penampilan panggung ke depannya.

Sepanjang perjalanan kariernya sejak dibentuk pada 4 Juli 2005, Kangen Band telah menelurkan enam album serta puluhan singel populer beraliran pop melayu, dan terakhir kali masih aktif manggung di berbagai acara hingga akhir Agustus lalu.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.