Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Level Rp17.611, Tertekan Data PPI Amerika Serikat
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan sebesar 64 poin atau 0,36 persen ke level Rp17.611 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (11/9), dari posisi sebelumnya di angka Rp17.547 per dolar AS.
Tekanan eksternal tersebut dipicu oleh rilis data Producer Price Index (PPI) AS yang melonjak menjadi 5,4 persen secara tahunan, melampaui estimasi konsensus pasar sebesar 5,3 persen dan meningkat dari periode bulan sebelumnya di angka 4,8 persen.
"Rupiah pada perdagangan Jumat masih bergerak di bawah tekanan setelah pasar merespons data PPI AS yang melampaui konsensus," ujar Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa.
Para pengamat pasar keuangan menilai kenaikan indeks harga produsen ini kembali memicu kekhawatiran inflasi global yang memperkuat posisi mata uang dolar. Kendati demikian, pelemahan rupiah sedikit tertahan berkat sokongan data penjualan ritel domestik yang menunjukkan perbaikan konsumsi.
Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, posisi rupiah tercatat berada pada level Rp17.611 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.536 per dolar AS.
Artikel Lainnya
Gerakan protes global bernama Tesla Takedown muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap CEO Tesla, Elon Musk, menyusul ke...
Saputo Dairy UK, yang sebelumnya dikenal sebagai Dairy Crest Limited, merupakan salah satu perusahaan produk susu terkem...
Fiat Chrysler Automobiles (FCA) adalah perusahaan multinasional otomotif yang terbentuk dari penggabungan Fiat Group dan...
United States Postal Service (USPS) menghadapi berbagai tantangan finansial dan struktural dalam mengelola layanan pos f...
Geopost SA yang sebelumnya bernama DPDgroup merupakan perusahaan logistik multinasional asal Prancis yang menyediakan la...