Senin, 14 September 2026

Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Level Rp17.611, Tertekan Data PPI Amerika Serikat

Mata uang rupiah ditutup melemah signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu setelah terpengaruh lonjakan data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat. Kondisi ini turut mendongkrak permintaan terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan sebesar 64 poin atau 0,36 persen ke level Rp17.611 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (11/9), dari posisi sebelumnya di angka Rp17.547 per dolar AS.

Tekanan eksternal tersebut dipicu oleh rilis data Producer Price Index (PPI) AS yang melonjak menjadi 5,4 persen secara tahunan, melampaui estimasi konsensus pasar sebesar 5,3 persen dan meningkat dari periode bulan sebelumnya di angka 4,8 persen.

"Rupiah pada perdagangan Jumat masih bergerak di bawah tekanan setelah pasar merespons data PPI AS yang melampaui konsensus," ujar Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa.

Para pengamat pasar keuangan menilai kenaikan indeks harga produsen ini kembali memicu kekhawatiran inflasi global yang memperkuat posisi mata uang dolar. Kendati demikian, pelemahan rupiah sedikit tertahan berkat sokongan data penjualan ritel domestik yang menunjukkan perbaikan konsumsi.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, posisi rupiah tercatat berada pada level Rp17.611 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.536 per dolar AS.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.