Duo Prancis Watchdog Terpikat Penonton Indonesia, Sebut Musik Bahasa Emosi
Kehadiran duo musisi asal Prancis, Watchdog, di Indonesia menyisakan kesan mendalam bagi perjalanan karier mereka. Tampil memukau di hadapan penonton lokal, mereka mengaku sangat terpesona dengan sambutan hangat dan energi positif yang diberikan publik Indonesia.
Tampil dalam rangkaian acara Road to The Papandayan Jazz Festival di Kota Bandung pada Sabtu malam, duo yang digawangi Anne Quillier dan Pierre Horckmans ini membawa warna musik eksperimental yang segar tanpa terikat oleh sekat genre formal.
"Kami tidak suka mengotak-ngotakkan musik. Bagi kami, musik adalah bahasa emosional," ujar Pierre Horckmans saat ditemui langsung di area The Papandayan Hotel sebelum naik ke atas panggung.
Perpaduan latar belakang seni yang berbeda menjadi motor penggerak kreativitas mereka. Pierre tumbuh dengan dasar musik klasik serta sentuhan rock dan elektronik, sementara Anne menempuh jalur pendidikan konservatori setelah memulai kariernya secara otodidak.
Aksi panggung mereka yang dinamis didukung oleh ikatan profesional yang telah terjalin selama lebih dari 15 tahun, membuat keduanya mampu saling memahami arah improvisasi tanpa memerlukan komunikasi verbal yang panjang di atas panggung.
Artikel Lainnya
Artis senior Diana Pungky mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan mantan kepala pengurus rumah tangganya atas dugaa...
The Conservative Mind adalah buku karya filsuf konservatif Amerika, Russell Kirk, yang terbit pada 1953. Karya ini menel...
Penderita insomnia kronis kini memiliki opsi penanganan alami melalui Cognitive Behavioral Therapy untuk Insomnia (CBT-I...
Menyiapkan makan malam di rumah sering kali menjadi beban alih-alih kegiatan yang menyenangkan akibat padatnya rutinitas...
Aktivitas malam yang padat kerap menyebabkan pergeseran jam tidur biologis atau Shift Work Sleep Disorder (SWSD). Untuk ...