Duo Prancis Watchdog Terpikat Penonton Indonesia, Sebut Musik Bahasa Emosi
Kehadiran duo musisi asal Prancis, Watchdog, di Indonesia menyisakan kesan mendalam bagi perjalanan karier mereka. Tampil memukau di hadapan penonton lokal, mereka mengaku sangat terpesona dengan sambutan hangat dan energi positif yang diberikan publik Indonesia.
Tampil dalam rangkaian acara Road to The Papandayan Jazz Festival di Kota Bandung pada Sabtu malam, duo yang digawangi Anne Quillier dan Pierre Horckmans ini membawa warna musik eksperimental yang segar tanpa terikat oleh sekat genre formal.
"Kami tidak suka mengotak-ngotakkan musik. Bagi kami, musik adalah bahasa emosional," ujar Pierre Horckmans saat ditemui langsung di area The Papandayan Hotel sebelum naik ke atas panggung.
Perpaduan latar belakang seni yang berbeda menjadi motor penggerak kreativitas mereka. Pierre tumbuh dengan dasar musik klasik serta sentuhan rock dan elektronik, sementara Anne menempuh jalur pendidikan konservatori setelah memulai kariernya secara otodidak.
Aksi panggung mereka yang dinamis didukung oleh ikatan profesional yang telah terjalin selama lebih dari 15 tahun, membuat keduanya mampu saling memahami arah improvisasi tanpa memerlukan komunikasi verbal yang panjang di atas panggung.
Artikel Lainnya
Poole merupakan sebuah kota pesisir dan pelabuhan penting yang terletak di Dorset, Inggris selatan. Wilayah ini memiliki...
Tiket penjualan awal film debut arahan Reza Oktovian berjudul Harusnya Horror habis diserbu penonton di berbagai kota be...
Raja George VI lahir dengan nama Albert Frederick Arthur George pada 14 Desember 1895. Sebagai putra kedua Raja George V...
Bumi Aki Group resmi memperluas jangkauan bisnis kulinernya dengan membuka gerai terbaru Bumi Aki Heritage di kawasan Ke...
Serial drama Korea terbaru berjudul A Bona fide Killer resmi mengudara mulai 31 Juli di platform streaming Viki. Dibinta...