Minggu, 13 September 2026

Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Leluhur Perempuan Kaili

Tradisi merawat kecantikan tubuh menggunakan ketan hitam telah lama mengakar di kalangan perempuan suku Kaili, Sulawesi Tengah. Warisan leluhur berupa lulur dan masker alami yang disebut badabida ini kini bertransformasi menjadi produk komersial berkat keuletan perajin lokal di Kabupaten Sigi.

Masyarakat adat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sejak lama mewariskan tradisi perawatan kecantikan tubuh yang autentik bagi perempuan menjelang pernikahan, yang dikenal dengan nama ritual nombungu. Dalam prosesi tersebut, calon pengantin memanfaatkan lulur serta masker alami berbahan dasar ketan hitam yang dinamakan badabida.

Sebelum diolah menjadi produk perawatan siap pakai seperti saat ini, racikan tersebut dulunya dibuat dalam bentuk bedak sederhana oleh para tetua kampung. Sentuhan modern kemudian diberikan oleh pelaku usaha lokal asal Sigi untuk mengangkat kembali kearifan lokal agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas tanpa menghilangkan esensi aslinya.

"Saya ingin produk ini tidak hanya dikenal karena hasilnya di kulit, tetapi juga karena ceritanya tentang perempuan, tradisi, dan alam yang saling terhubung," ujar pendiri Nelamayu Tradisional, Nelam Ayu Kusuma.

Perjalanan usaha rintisan ini semakin matang setelah mengikuti program inkubasi bisnis pada 2023 lalu yang memberikan pendampingan terkait perizinan hingga strategi pemasaran. Langkah tersebut berhasil membawa produk berbasis tradisi nusantara ini menembus persaingan industri kecantikan modern.

Bahan baku utama lulur ini diperoleh langsung dari petani lokal di Sulawesi Tengah dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan serta pemanfaatan ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat sekitar.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.