Minggu, 13 September 2026

IDAI Usul Kantin Sekolah Masak MBG, Demi Keamanan Pangan Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dimasak dan disajikan langsung melalui kantin sekolah guna menjamin keamanan pangan serta mencegah kasus keracunan berulang. Usulan ini disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap standar higienitas pengolahan makanan massal bagi anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajukan usulan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimasak dan disajikan langsung di kantin sekolah. Langkah tersebut dinilai jauh lebih efektif untuk memperketat pengawasan keamanan pangan daripada sekadar mengandalkan uji cicip oleh guru.

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyatakan bahwa standar higienitas pangan tidak bisa ditawar karena menyangkut kesehatan anak. Pemasakan langsung di lingkungan sekolah juga memungkinkan makanan disajikan dalam kondisi hangat dan segar melalui penerapan sistem prasmanan.

"Standar keamanan pangan itu sangat ketat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Piprim dalam sesi taklim media yang berlangsung pada Jumat.

Sementara itu, pakar nutrisi anak Damayanti Rusli menjelaskan bahwa insiden keracunan umumnya dipicu oleh faktor cemaran biologis maupun kesalahan prosedur pengolahan. Mulai dari penyimpanan suhu yang keliru hingga pencampuran bahan mentah dan matang.

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia pada 2015, satu dari sepuluh orang dilaporkan mengalami keracunan makanan dengan kelompok anak-anak serta lansia menjadi pihak yang paling rentan.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.