Selasa, 11 Agustus 2026

Bea Cukai Ungkap Detik-Detik Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Narkoba ke Jakarta

Direktorat Jenderal Bea Cukai merilis video rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penangkapan seorang pilot maskapai asal Malaysia di Jakarta. Pilot tersebut tertangkap basah membawa koper berisi puluhan ribu pil ekstasi dan sabu, serta botol berisi urine untuk memalsukan hasil tes.

Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno Hatta secara resmi merilis rekaman video yang membeberkan kronologi penangkapan seorang warga negara Malaysia berprofesi sebagai pilot. Pilot maskapai penerbangan Malaysia Airlines itu diringkus aparat setibanya di wilayah Indonesia atas dugaan tindak pidana narkotika.

Berdasarkan hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa lebih dari 70.100 butir pil ekstasi dengan berat total mencapai 26 kilogram serta empat gram metamfetamin. Barang haram tersebut disembunyikan secara rapi di dalam koper yang dibawanya saat melewati area pemeriksaan bandara.

"Petugas turut mengamankan botol kecil berisi urine yang diduga digunakan untuk memalsukan tes urine," tulis keterangan resmi dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Sebelum penangkapan dilakukan, pihak berwenang telah menaruh kecurigaan mendalam setelah menganalisis citra mesin X-ray pada bagasi milik sang pilot. Setelah dilakukan interogasi awal dan tes lanjutan, otoritas menduga pelaku juga berada dalam pengaruh zat adiktif saat menerbangkan pesawat.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap warga negara asing tersebut ditangani langsung oleh instansi penegak hukum terkait di Indonesia dengan mengacu pada regulasi pemberantasan narkotika yang berlaku.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.