Selasa, 11 Agustus 2026

Khawatir Dilacak Intelijen Asing, Iran Ogah Rilis Rekaman Suara Mojtaba Khamenei

Otoritas Iran dilaporkan sengaja menahan diri untuk tidak mempublikasikan rekaman suara pemimpin tertingginya, Mojtaba Khamenei. Langkah ini diambil karena file audio dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh badan intelijen seperti CIA dan Mossad untuk melacak keberadaannya.

Harian Iran Al-Mashhari melaporkan bahwa otoritas setempat sangat berhati-hati dan menghindari perilisan berkas audio yang memuat suara Mojtaba Khamenei. Keputusan tersebut diambil guna mencegah agen intelijen asing mendeteksi posisi sang pemimpin melalui karakteristik teknis rekaman.

Berdasarkan analisis media tersebut, sedikitnya terdapat lima elemen dalam file suara yang berisiko membocorkan lokasi, mulai dari pantulan akustik ruangan, gangguan jaringan listrik, sidik jari mikrofon, hingga derau latar belakang dari sistem ventilasi.

"Setiap perangkat perekam memiliki distorsi harmonik dan karakteristik unik yang bisa dibaca oleh sistem pemindai modern," tulis laporan media lokal tersebut menguraikan kerentanan audio.

Di sisi lain, badan intelijen Amerika Serikat dan Israel disebut kesulitan melacak pergerakan Mojtaba karena ia tidak menggunakan perangkat komunikasi digital selama berbulan-bulan. Ia dikabarkan hanya mengandalkan pesan tertulis yang disampaikan lewat kurir tepercaya dari Korps Garda Revolusi Iran.

Berdasarkan catatan dinas intelijen, Presiden Iran Masoud Pezeshkian tercatat pernah melakukan pertemuan langsung secara tertutup dengan sang pemimpin tertinggi di lokasi yang dirahasiakan.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.