Selasa, 11 Agustus 2026

Pemerintah Iran Rilis Rekaman Terbaru Mojtaba Khamenei, Redam Spekulasi Kesehatan

Pemerintah Iran berencana merilis dokumentasi terbaru Mojtaba Khamenei di tengah rumor kesehatan yang beredar luas sejak ia ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi. Kemunculan rekaman video singkat ini menjadi sorotan di tengah minimnya penampilan publik sang pemimpin.

Kantor berita pemerintah Iran, Mizan, mengumumkan rencana perilisan foto dan rekaman video terbaru Mojtaba Khamenei di tengah masyarakat serta saat pertemuan militer, Senin (11/8). Langkah ini diambil untuk menjawab minimnya kemunculan publik sejak ia resmi menduduki kursi Pemimpin Tertinggi pada Maret 2026.

Sebelumnya, media semi-resmi Mehr News Agency telah menayangkan cuplikan video berdurasi 12 detik yang menampilkan Mojtaba sedang berdiskusi dengan para penasihat. Kendati demikian, pihak media tidak menyertakan keterangan tanggal maupun lokasi pengambilan gambar tersebut secara transparan.

"Gambar-gambar dan rekaman aktivitas beliau di jalanan serta bersama para komandan akan segera dipublikasikan kepada masyarakat," ujar Wakil Organisasi Basij, Qasem Qoraishi, sebagaimana dikutip dari kantor berita Mizan.

Pengamat menilai kerahasiaan waktu perekaman video tersebut memicu beragam spekulasi liar di tengah publik internasional mengenai kondisi fisik Mojtaba pasca-serangan militer yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Terlebih, Presiden Masoud Pezeshkian sempat mengakui bahwa komunikasi langsung dengan sang pemimpin tergolong sangat sulit.

Hingga kini, otoritas pemerintah terus berupaya menunjukkan keterlibatan aktif Mojtaba dalam mengelola negara melalui serangkaian pertemuan resmi kenegaraan yang dilaporkan secara berkala oleh media lokal.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.