Minggu, 13 September 2026

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Warga Cemas Ancaman ISPA

Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjangkau sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Sumatra Selatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap risiko ancaman kesehatan pernapasan di tengah status aktivitas vulkanik yang masih berada di level Siaga.

Material abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau meluas ke berbagai wilayah di Jawa Barat dan Sumatra Selatan. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, status gunung tersebut bertahan pada Level III atau Siaga dengan radius aman tiga kilometer.

Aktivitas erupsi sebelumnya sempat berlangsung selama kurang lebih 25 jam sebelum akhirnya mereda. Meskipun demikian, pihak berwenang memperingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih cukup tinggi mengingat karakteristik aktivitas vulkanik yang fluktuatif.

"Takutnya itu nyerang pernapasan, kalau emang terhirup terlalu banyak bisa ISPA," ujar Elizabeth Amelia, seorang warga Bandar Lampung yang cemas dengan kondisi keselamatan keluarganya.

Dampak sebaran abu vulkanik ini sebelumnya juga sempat melumpuhkan aktivitas penerbangan komersial domestik maupun internasional. InJourney Airports mencatat lebih dari 3.000 penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan sebelum operasional bandara berangsur normal.

Hingga saat ini, otoritas terkait terus memantau pergerakan arah angin serta sebaran abu untuk mengantisipasi risiko lanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.