Dinkes Ungkap Menu Ayam Bumbu Kuning Jadi Penyebab Keracunan Massal di Tator
Dinas Kesehatan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait insiden keracunan massal yang melibatkan ratusan pelajar dan pengajar. Menu hidangan ayam bumbu kuning dari program Makan Bergizi Gratis dipastikan menjadi pemicu utama gangguan pencernaan tersebut.
Berdasarkan laporan resmi dari Balai Besar POM di Makassar, ditemukan adanya cemaran mikrobiologi pada sampel makanan yang dikonsumsi para korban. Bakteri tersebut memicu timbulnya gejala akut seperti mual, muntah, serta diare parah.
"Adanya cemaran mikrobiologi berupa bakteri Escherichia Coli pada sampel yang diuji pada menu ayam masak bumbu kuning ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja Yosefina Rombetasik, Kamis (11/9/2026).
Sementara itu, pengujian terhadap komponen menu lain seperti nasi putih, sayur, tempe, hingga ikan nila dinyatakan aman dari kandungan zat berbahaya maupun bakteri patogen. Pihak berwenang memastikan bahwa kontaminasi hanya terdeteksi secara spesifik pada pengolahan hidangan daging ayam.
Berdasarkan data Satgas setempat per Rabu (9/9), total korban tercatat mencapai 196 orang dari lingkungan SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale. Sebanyak 193 korban telah diizinkan pulang, sementara 3 pasien tersisa masih menjalani rawat inap intensif.
Artikel Lainnya
Jajaran Polresta Pati bergerak cepat menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang bersumber dari program Makan Bergizi...
Polda Metro Jaya berhasil meringkus tiga orang tersangka yang terlibat dalam aksi pengeroyokan berujung kematian terhada...
Sebanyak puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk dilarikan ke dua rumah sakit berbeda setelah mengalami gejala keracunan massal. Pe...
Kebakaran hebat kembali melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat, yang mengh...
Kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang di kawasan ekosistem gambut memicu kekhawatiran serius terhadap pencapaian...