Senin, 3 Agustus 2026

Stok Beras Bulog Bali Aman, Cadangan 12 Ribu Ton Cukup Sepuluh Bulan

Perum Bulog Kantor Wilayah Bali memastikan ketersediaan beras di gudang saat ini berada pada posisi yang sangat aman dengan jumlah mencapai 12.325 ton. Cadangan tersebut dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat Pulau Dewata hingga sepuluh bulan ke depan, termasuk untuk program bantuan pangan dan stabilisasi harga.

Perum Bulog Kantor Wilayah Bali memastikan ketersediaan pasokan beras di gudang berada pada level yang sangat aman bagi masyarakat. Tercatat hingga akhir Juli 2026, volume stok operasional yang dikuasai mencapai 12.325 ton.

Jumlah tersebut diproyeksikan sanggup memenuhi kebutuhan konsumsi pangan warga Pulau Dewata hingga sepuluh bulan ke depan. Pasokan ini juga dialokasikan untuk program bantuan pangan periode Juli hingga September serta kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan, mendukung kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat," ujar Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu.

Di sisi lain, realisasi pengadaan setara beras telah menembus angka 6.312,1 ton atau melampaui target awal sebesar 3.786 ton. Capaian positif ini merefleksikan keberhasilan penyerapan hasil panen dari para petani lokal di wilayah Bali.

Sementara itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadapi tantangan penyusutan lahan pertanian produktif dengan memberikan sejumlah insentif. Kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta program beasiswa bagi anak petani telah diterapkan di beberapa kabupaten seperti Tabanan dan Badung.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.