Bedah Buku Kutukan Alam, Saut Situmorang Bongkar Sisi Gelap Pemberantasan Korupsi
Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang hadir menguliti berbagai persoalan pelik dalam dunia pemberantasan rasuah di tanah air. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara bedah buku bertajuk Kutukan Alam di gedung Majalah TEMPO, Palmerah, Jakarta Selatan.
Buku terbitan Kompas Gramedia hasil susunan Koalisi Masyarakat Anti Korupsi atau Kosmak itu dinilai memuat banyak paradoks hukum yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Saut menyebut substansi karya tersebut dapat dianalogikan ke dalam berbagai istilah kontradiktif.
"Bisa diubah menjadi Memberantas Kejahatan Sambil Jadi Penjahat. Atau Menegakkan Hukum Sembari Melanggar Hukum," ujar Saut Situmorang di hadapan para peserta diskusi.
Acara bedah buku tersebut dipandu oleh Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso yang bertindak sebagai moderator. Dalam sesi diskusi, Sugeng sempat menyinggung rekam jejak Saut sebagai salah satu figur pimpinan lembaga antirasuah sebelum era perubahan regulasi.
Sugeng Teguh Santoso juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membeberkan sejumlah temuan serta laporan terkait dugaan penyelewengan aset bernilai triliunan rupiah. Kasus pengusutan aset tersebut kini tengah berada dalam sorotan publik dan perlindungan ketat aparat.
Artikel Lainnya
Warga di Desa Renah Kasah, Kabupaten Kerinci, Jambi, menghadapi tantangan besar dalam mengakses layanan kesehatan. Satu-...
Penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terus berla...
Tim penyidik Kejaksaan Agung memanggil 13 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyeret ma...
Pemerintah pusat menyalurkan tambahan dana sebesar Rp653,08 miliar ke sejumlah pemerintah daerah di Maluku untuk mengata...
Polresta Banyuwangi menyatakan proses hukum kasus video asusila yang melibatkan pelajar di daerah tersebut tidak bisa di...