Bedah Buku Kutukan Alam, Saut Situmorang Bongkar Sisi Gelap Pemberantasan Korupsi
Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang hadir menguliti berbagai persoalan pelik dalam dunia pemberantasan rasuah di tanah air. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara bedah buku bertajuk Kutukan Alam di gedung Majalah TEMPO, Palmerah, Jakarta Selatan.
Buku terbitan Kompas Gramedia hasil susunan Koalisi Masyarakat Anti Korupsi atau Kosmak itu dinilai memuat banyak paradoks hukum yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Saut menyebut substansi karya tersebut dapat dianalogikan ke dalam berbagai istilah kontradiktif.
"Bisa diubah menjadi Memberantas Kejahatan Sambil Jadi Penjahat. Atau Menegakkan Hukum Sembari Melanggar Hukum," ujar Saut Situmorang di hadapan para peserta diskusi.
Acara bedah buku tersebut dipandu oleh Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso yang bertindak sebagai moderator. Dalam sesi diskusi, Sugeng sempat menyinggung rekam jejak Saut sebagai salah satu figur pimpinan lembaga antirasuah sebelum era perubahan regulasi.
Sugeng Teguh Santoso juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membeberkan sejumlah temuan serta laporan terkait dugaan penyelewengan aset bernilai triliunan rupiah. Kasus pengusutan aset tersebut kini tengah berada dalam sorotan publik dan perlindungan ketat aparat.
Artikel Lainnya
Kebakaran hebat kembali melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat, yang mengh...
Kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang di kawasan ekosistem gambut memicu kekhawatiran serius terhadap pencapaian...
Kejaksaan Agung menyita uang tunai dan barang mewah senilai total Rp8,4 miliar milik mantan Kepala Badan Gizi Nasional D...
Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan ribu peserta didik dalam program Makan Bergizi Gratis memicu gelombang kriti...
Majelis hakim tingkat banding memutuskan untuk mengurangi masa hukuman penjara serta membatalkan sanksi pemecatan terhad...