Selasa, 11 Agustus 2026

BGN Petakan 1.700 Titik SPPG, Prioritaskan Wilayah Berprevalensi Stunting Tinggi

Badan Gizi Nasional memetakan 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Langkah strategis ini diambil untuk mengarahkan distribusi Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran bagi kelompok rentan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengumumkan kesiapan 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan angka stunting tinggi untuk segera beroperasi. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna memprioritaskan bantuan pangan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Sudaryono menjelaskan bahwa ribuan titik tersebut diperoleh melalui proses pemadanan data bersama instansi terkait. Ia juga menegaskan bahwa angka 1.700 dapur ini berbeda dengan total pencatatan keseluruhan infrastruktur dapur yang mencapai lebih dari 13.000 unit di berbagai daerah.

"Dari data overlay tadi ada sebanyak 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali," ujar Sudaryono dalam keterangannya.

Dalam menentukan sasaran wilayah, BGN menggandeng Kementerian Kesehatan agar distribusi bantuan memanfaatkan data terpusat by name by address. Pendekatan analitis ini dinilai krusial untuk memastikan intervensi gizi langsung menyentuh keluarga yang paling membutuhkan.

Penyaluran tahap awal ini berfokus pada kawasan terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang mencakup wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, Nias, Sumatra Utara, hingga Kepulauan Maluku Utara.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.