BGN Petakan 1.700 Titik SPPG, Prioritaskan Wilayah Berprevalensi Stunting Tinggi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengumumkan kesiapan 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan angka stunting tinggi untuk segera beroperasi. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna memprioritaskan bantuan pangan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Sudaryono menjelaskan bahwa ribuan titik tersebut diperoleh melalui proses pemadanan data bersama instansi terkait. Ia juga menegaskan bahwa angka 1.700 dapur ini berbeda dengan total pencatatan keseluruhan infrastruktur dapur yang mencapai lebih dari 13.000 unit di berbagai daerah.
"Dari data overlay tadi ada sebanyak 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali," ujar Sudaryono dalam keterangannya.
Dalam menentukan sasaran wilayah, BGN menggandeng Kementerian Kesehatan agar distribusi bantuan memanfaatkan data terpusat by name by address. Pendekatan analitis ini dinilai krusial untuk memastikan intervensi gizi langsung menyentuh keluarga yang paling membutuhkan.
Penyaluran tahap awal ini berfokus pada kawasan terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang mencakup wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, Nias, Sumatra Utara, hingga Kepulauan Maluku Utara.
Artikel Lainnya
Warga di Desa Renah Kasah, Kabupaten Kerinci, Jambi, menghadapi tantangan besar dalam mengakses layanan kesehatan. Satu-...
Mantan pimpinan KPK Saut Situmorang hadir sebagai pembicara utama dalam bedah buku Kutukan Alam terbitan Kompas Gramedia...
Penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terus berla...
Tim penyidik Kejaksaan Agung memanggil 13 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyeret ma...
Pemerintah pusat menyalurkan tambahan dana sebesar Rp653,08 miliar ke sejumlah pemerintah daerah di Maluku untuk mengata...