Indonesia dan Thailand Sepakat Perangi Kejahatan Transnasional, Fokus Berantas Penipuan Daring
Pemerintah Republik Indonesia dan Thailand memperkuat komitmen bilateral dalam penegakan hukum guna memberantas berbagai bentuk kejahatan transnasional. Kesepakatan strategis ini dicapai melalui pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan kepala negara di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Kolaborasi kedua negara berfokus pada pertukaran informasi intelijen, pelaksanaan investigasi gabungan, serta penelusuran aliran dana yang mengalir ke jaringan kriminal lintas batas. Langkah ini diambil sebagai respons atas masifnya kasus kejahatan modern, khususnya sindikat penipuan daring.
"Kami sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam pertukaran informasi dan intelijen. Juga kerja sama investigasi bersama," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama PM Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta.
Selain penindakan hukum, kedua negara turut mendorong penerapan mekanisme rujukan transnasional untuk mempercepat identifikasi dan perlindungan korban. Sistem ini dirancang agar proses pemulangan warga terdampak sindikat kejahatan dapat berlangsung aman.
Pemerintah Thailand sebelumnya telah memfasilitasi pemulangan hampir 1.000 warga negara Indonesia yang menjadi korban penipuan digital di luar negeri. Seluruh korban tersebut telah dipulangkan secara bertahap melalui koordinasi lintas instansi.
Artikel Lainnya
Warga di Desa Renah Kasah, Kabupaten Kerinci, Jambi, menghadapi tantangan besar dalam mengakses layanan kesehatan. Satu-...
Mantan pimpinan KPK Saut Situmorang hadir sebagai pembicara utama dalam bedah buku Kutukan Alam terbitan Kompas Gramedia...
Penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terus berla...
Tim penyidik Kejaksaan Agung memanggil 13 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyeret ma...
Pemerintah pusat menyalurkan tambahan dana sebesar Rp653,08 miliar ke sejumlah pemerintah daerah di Maluku untuk mengata...