Selasa, 11 Agustus 2026

Arogansi Kombes Teddy Fanani Disorot, Wakapolda Sumbar Jadikan Evaluasi

Polda Sumatera Barat menggunakan insiden perselisihan yang melibatkan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Teddy Fanani dengan seorang pengemudi di Padang sebagai sarana introspeksi diri. Pihak kepolisian berkomitmen untuk meningkatkan profesionalitas pengayoman agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat merespons serius insiden perselisihan di jalan raya yang melibatkan perwira menengah internalnya di Kota Padang. Peristiwa yang menyeret Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Teddy Fanani tersebut dipandang sebagai titik balik untuk memperbaiki kedisiplinan dan pelayanan anggota.

Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Solihin menyatakan bahwa insiden tersebut memberikan pelajaran berharga bagi seluruh satuan kerja di wilayah hukumnya. Pengawasan terhadap sikap anggota di ruang publik akan diperketat guna menjaga citra institusi kepolisian di mata publik.

"Peristiwa ini adalah momen bagi kami untuk melakukan introspeksi internal, tidak boleh terulang kembali," ujar Brigjen Solihin kepada awak media di Padang, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh ini ditujukan agar para personel tetap memegang teguh fungsi utama kepolisian sebagai pelindung dan pelayan masyarakat secara humanis. Menurutnya, kepatuhan terhadap etika profesi menjadi harga mati tanpa terkecuali.

Dalam kesempatan yang sama, pihak kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pengemudi yang menjadi korban serta mengapresiasi langkah penyelesaian perkara yang ditempuh secara damai melalui jalur kekeluargaan.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.