Arogansi Kombes Teddy Fanani Disorot, Wakapolda Sumbar Jadikan Evaluasi
Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat merespons serius insiden perselisihan di jalan raya yang melibatkan perwira menengah internalnya di Kota Padang. Peristiwa yang menyeret Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Teddy Fanani tersebut dipandang sebagai titik balik untuk memperbaiki kedisiplinan dan pelayanan anggota.
Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Solihin menyatakan bahwa insiden tersebut memberikan pelajaran berharga bagi seluruh satuan kerja di wilayah hukumnya. Pengawasan terhadap sikap anggota di ruang publik akan diperketat guna menjaga citra institusi kepolisian di mata publik.
"Peristiwa ini adalah momen bagi kami untuk melakukan introspeksi internal, tidak boleh terulang kembali," ujar Brigjen Solihin kepada awak media di Padang, Senin (10/8/2026).
Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh ini ditujukan agar para personel tetap memegang teguh fungsi utama kepolisian sebagai pelindung dan pelayan masyarakat secara humanis. Menurutnya, kepatuhan terhadap etika profesi menjadi harga mati tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan yang sama, pihak kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pengemudi yang menjadi korban serta mengapresiasi langkah penyelesaian perkara yang ditempuh secara damai melalui jalur kekeluargaan.
Artikel Lainnya
Warga di Desa Renah Kasah, Kabupaten Kerinci, Jambi, menghadapi tantangan besar dalam mengakses layanan kesehatan. Satu-...
Mantan pimpinan KPK Saut Situmorang hadir sebagai pembicara utama dalam bedah buku Kutukan Alam terbitan Kompas Gramedia...
Penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terus berla...
Tim penyidik Kejaksaan Agung memanggil 13 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyeret ma...
Pemerintah pusat menyalurkan tambahan dana sebesar Rp653,08 miliar ke sejumlah pemerintah daerah di Maluku untuk mengata...