Kunjungan Jokowi ke NTT Disorot, Andreas PDIP Singgung Post Power Syndrome
Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira melontarkan kritik keras terhadap safaripolitik yang dilakukan oleh Presiden ketujuh RI Joko Widodo saat menyambangi wilayah Nusa Tenggara Timur baru-baru ini.
Menurut anggota DPR RI tersebut, agenda kunjungan itu dinilai kabur dan tidak menyasar kepentingan masyarakat luas. Ia menyebut kehadiran sang mantan kepala negara justru berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah warga.
"Bagi rakyat NTT tidak jelas misinya, malah justru memecah belah rakyat di akar rumput soal Jokowi yang masih suka main raja-rajaan," ujar Andreas saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin.
Lebih lanjut, legislator senior tersebut berpandangan bahwa tindakan berkeliling ke berbagai daerah menunjukkan indikasi psikologis tertentu. Ia menduga figur yang bersangkutan belum sepenuhnya siap kehilangan pengaruh kekuasaannya.
Kegiatan yang kerap memicu kerumunan massa itu dinilai kehilangan substansi produktif bagi publik dan hanya menyisakan kesan pencitraan semu di tengah masyarakat.
Artikel Lainnya
Warga di Desa Renah Kasah, Kabupaten Kerinci, Jambi, menghadapi tantangan besar dalam mengakses layanan kesehatan. Satu-...
Mantan pimpinan KPK Saut Situmorang hadir sebagai pembicara utama dalam bedah buku Kutukan Alam terbitan Kompas Gramedia...
Penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terus berla...
Tim penyidik Kejaksaan Agung memanggil 13 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyeret ma...
Pemerintah pusat menyalurkan tambahan dana sebesar Rp653,08 miliar ke sejumlah pemerintah daerah di Maluku untuk mengata...