Selasa, 11 Agustus 2026

Muktamar NU ke-35 Digelar di Jombang, Momentum Muhasabah dan Konsolidasi Internal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjadwalkan Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Agenda lima tahunan ini diharapkan menjadi momentum muhasabah diri sekaligus rekonsolidasi organisasi pasca dinamika internal yang sempat terjadi.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Pertemuan akbar yang dijadwalkan pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang ini dipastikan bakal dihadiri ribuan muktamirin dari berbagai daerah.

Agenda strategis tersebut tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepengurusan di jajaran syuriah dan tanfidziyah. Lebih dari itu, muktamar kali ini mengusung misi penting untuk merajut kembali simpul persatuan warga nahdliyin setelah melewati dinamika organisasi yang cukup dinamis dalam beberapa waktu terakhir.

"Muktamar harus menjadi ruang introspeksi bersama agar nilai adab dan tawadhu senantiasa tercermin dalam setiap langkah pengabdian," ujar pengamat sosial keagamaan saat menganalisis arah pergerakan organisasi Islam terbesar di tanah air tersebut.

Para kiai sepuh sebelumnya telah mendorong proses islah melalui Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Langkah damai tersebut menjadi fondasi dasar bagi para pengurus untuk meredam perbedaan pandangan yang sempat mencuat di ruang publik.

Pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Jombang tercatat akan dimulai dengan registrasi peserta pada 27 Agustus 2026, dilanjutkan sidang pleno pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus pusat, hingga pemilihan ketua umum baru pada akhir Agustus.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.