Selasa, 11 Agustus 2026

Prabowo Ungkap Ajaran Mendiang Ben Mboi, Dua Rumus Utama Memimpin Negara

Presiden Prabowo Subianto mengenang kembali nasihat berharga dari mantan Gubernur NTT Ben Mboi yang ia jadikan pegangan dalam bernegara. Dua prinsip utama tersebut mencakup keharusan mencintai rakyat dan senantiasa menggunakan akal sehat dalam merumuskan kebijakan.

Presiden Prabowo Subianto membeberkan prinsip dasar kepemimpinan yang diwariskan oleh mendiang Ben Mboi, mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 1978-1988. Menurut Prabowo, nasihat mendasar dari sang mentor menjadi fondasi penting dalam mengarahkan roda pemerintahan saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo ketika menghadiri peluncuran dan bedah buku Bahlil Lahadalia di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa mengelola negara sebenarnya tidak rumit apabila seorang pemimpin memegang teguh pedoman yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

"Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu. Gunakan akal sehat. Jadi kebijakan itu akal sehat," ujar Prabowo mengenang sang mentor.

Prabowo menambahkan, prinsip tersebut kini diterapkan langsung pada berbagai program strategis nasional, termasuk program swasembada pangan dan hilirisasi. Kebijakan publik harus selalu lahir dari logika rasional demi menjaga kedaulatan serta memastikan rakyat merasakan dampak langsung pertumbuhan ekonomi.

Selain Ben Mboi, Prabowo turut mengenang figur Muhammad Nur selaku mantan Gubernur Jawa Timur yang turut membentuk filosofi kepemimpinannya. Berdasarkan catatan administrasi negara, rangkaian agenda kenegaraan Prabowo pekan ini juga mencakup persiapan pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang pada 27 Agustus 2026.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.