Bukan Sekadar El Nino, Aktivitas Manusia dan Korporasi Jadi Akar Masalah Karhutla
Kementerian Lingkungan Hidup bersama sejumlah pakar lingkungan menyoroti bahwa sebagian besar bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berakar dari aktivitas manusia. Fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem pada Agustus 2026 sejatinya hanya mempercepat rambatan api pada vegetasi dan ekosistem gambut yang sudah kehilangan kelembapan.
Pakar Kebijakan Lingkungan UMY, Rijal Ramdani, menyatakan bahwa praktik pembukaan lahan dengan cara membakar kerap menjadi pemicu awal yang sulit dikendalikan ketika kondisi angin kencang dan cuaca kering melanda. Selain itu, keteledoran kecil seperti membuang puntung rokok atau aktivitas perapian turut memperparah situasi di lapangan.
"Musim kemarau itu bisa menjadi lebih panjang karena El Nino, akibatnya ketersediaan ilalang dan hutan yang kering menjadi rentan untuk terbakar," ujar Rijal saat menjelaskan kerentanan ekosistem gambut yang berfungsi layaknya spons raksasa pengering.
Sementara itu, Eksekutif Nasional WALHI, Uli Arta Siagian, mengkritik keras narasi tunggal yang selalu menyalahkan cuaca atas bencana tahunan ini. Menurutnya, eksploitasi dan pembuatan kanal oleh korporasi membuat lahan gambut mengering sehingga lebih mudah dilalap api meski tanpa fenomena iklim ekstrem sekalipun.
Berdasarkan data pemantauan SiPongi periode Januari hingga Juni 2026, luas lahan yang terbakar secara nasional telah melonjak tajam hingga 366 persen dibanding tahun sebelumnya dengan sebagian besar kejadian terpantau langsung di dalam kawasan hutan.
Artikel Lainnya
Kebakaran hebat kembali melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat, yang mengh...
Kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang di kawasan ekosistem gambut memicu kekhawatiran serius terhadap pencapaian...
Kejaksaan Agung menyita uang tunai dan barang mewah senilai total Rp8,4 miliar milik mantan Kepala Badan Gizi Nasional D...
Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan ribu peserta didik dalam program Makan Bergizi Gratis memicu gelombang kriti...
Majelis hakim tingkat banding memutuskan untuk mengurangi masa hukuman penjara serta membatalkan sanksi pemecatan terhad...