Kepala BGN Buka Suara soal Polemik Siswa Ambil MBG Saat Libur Karhutla, Begini Penjelasannya
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memaksakan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk terus beroperasi di wilayah yang sedang dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Sudaryono, insiden siswa atau orang tua yang diminta mengambil paket makanan terjadi karena pengumuman libur sekolah dari pemerintah daerah keluar setelah proses memasak di dapur umum rampung dilakukan pada hari tersebut.
"Karena ada karhutla itu kemudian sekolahnya libur, tetapi diumumkan di saat dapurnya sudah memasak, sudah beli bahan baku, sehingga harus dimasak dan kemudian di hari itu diambil, besoknya sudah enggak ada lagi," ujar Sudaryono usai Rapat Dengar Pendapat di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa pihaknya selalu tunduk pada keputusan resmi pemerintah daerah terkait status operasional sekolah di wilayah Sumatra dan Kalimantan selama masa darurat karhutla berlangsung.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan terus memperketat pengawasan terpadu terhadap sebaran titik panas, kualitas udara, serta jarak pandang guna mengantisipasi gangguan lanjutan terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan penerbangan.
Artikel Lainnya
Kebakaran hebat kembali melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat, yang mengh...
Kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang di kawasan ekosistem gambut memicu kekhawatiran serius terhadap pencapaian...
Kejaksaan Agung menyita uang tunai dan barang mewah senilai total Rp8,4 miliar milik mantan Kepala Badan Gizi Nasional D...
Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan ribu peserta didik dalam program Makan Bergizi Gratis memicu gelombang kriti...
Majelis hakim tingkat banding memutuskan untuk mengurangi masa hukuman penjara serta membatalkan sanksi pemecatan terhad...