Merger PT Adhi Karya dan PT PP Rampung Desember 2026, Siapa yang Bertahan
Rencana besar konsolidasi Badan Usaha Milik Negara sektor konstruksi kembali berlanjut setelah PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk dipastikan masuk dalam daftar penggabungan usaha. Aksi korporasi ini ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026 guna memulihkan kesehatan finansial korporasi.
Direktur Keuangan PTPP, Faizal Rahmad, menjelaskan bahwa target waktu tersebut masih bersifat indikatif dan dapat berubah menyesuaikan hasil kajian mendalam serta restrukturisasi internal. Pihaknya bersama pemegang saham mayoritas terus mematangkan berbagai aspek operasional dan legal.
"Target waktu tersebut dapat mengalami penyesuaian dengan mempertimbangkan penyelesaian proses restrukturisasi dan hasil kajian," ujar Faizal dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia di Jakarta.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Keuangan Adhi Karya, Bani Iqbal, menyatakan bahwa pembahasan formal dan penyusunan skema rinci masih berjalan secara bertahap. Pihak manajemen belum dapat memastikan entitas mana yang akan keluar sebagai pemenang atau bertahan sebagai surviving entity.
Otoritas bursa dan manajemen memastikan seluruh tahapan konsolidasi akan mematuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan demi melindungi kepentingan investor serta pemangku kepentingan jangka panjang.
Artikel Lainnya
Pertamina memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi dan menjatuhkan sanksi administratif kepada 16...
Pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air mencatat pencapaian impresif dengan angka penjualan mobil listrik murni (BEV)...
Bursa Efek Indonesia segera memberlakukan kebijakan baru terkait batas minimum harga saham yang diturunkan hingga level ...
Layanan aset kripto institusional kini menjadi instrumen penting bagi korporasi yang ingin mengelola kekayaan digital se...
Presiden Prabowo Subianto mendesak Badan Pengelola Investasi Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk m...