Prabowo Siapkan Investasi Jumbo di Pendidikan, Terapkan Kurikulum Internasional di Sekolah
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menggelontorkan dana besar ke sektor pendidikan nasional. Kebijakan strategis ini difokuskan sebagai fondasi jangka panjang guna mendongkrak kualitas riset, inovasi, serta paten agar Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara maju.
Dalam arahannya di hadapan ratusan periset di Istana Kepresidenan Jakarta, Prabowo menyatakan bahwa langkah korektif ini didasari oleh rendahnya alokasi anggaran riset selama ini. Pemerintah berencana memperbaiki infrastruktur sekolah, mendirikan sentra pendidikan unggulan, serta mengintegrasikan kurikulum International Baccalaureate.
"Tapi ini investasi jangka panjang, kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di riset dan pengembangan sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya," ujar Prabowo saat memberikan taklimat kepada 150 periset BRIN.
Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mencermati data objektif, termasuk hasil Programme for International Student Assessment yang menempatkan kemampuan literasi pelajar tanah air di bawah beberapa negara tetangga. Kendati demikian, tantangan geografis yang membentang dari Sabang sampai Merauke menuntut penanganan yang komprehensif tanpa menjadikan hambatan tersebut sebagai pembenaran untuk tertinggal.
Seluruh program perbaikan mutu pendidikan dan riset ini nantinya bakal dibiayai melalui hasil efisiensi anggaran negara. Pemerintah berkomitmen mengalihkan dana dari pos-pos penindakan korupsi, pencegahan kecurangan, serta perbaikan tata kelola birokrasi agar anggaran terserap secara optimal.
Artikel Lainnya
Kebakaran hebat kembali melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat, yang mengh...
Kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang di kawasan ekosistem gambut memicu kekhawatiran serius terhadap pencapaian...
Kejaksaan Agung menyita uang tunai dan barang mewah senilai total Rp8,4 miliar milik mantan Kepala Badan Gizi Nasional D...
Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan ribu peserta didik dalam program Makan Bergizi Gratis memicu gelombang kriti...
Majelis hakim tingkat banding memutuskan untuk mengurangi masa hukuman penjara serta membatalkan sanksi pemecatan terhad...